Senin, 08 September 2014

Sudah dua minggu sejak dimulainya semester 5 di Kampus Biru LIPIA Jakarta . Sebagian teman baru datang/masuk ruangan kuliah pada hari ini , Faisal salah satunya , seorang Pemuda hebat yang saya kenal berasal dari Pinrang .

Pagi itu saya berjalan ke kampus bersamanya, juga dengan teman lainnya , pembicaraan kali ini menyangkut tentang apa yang dilaksanakan ketika liburan di kampung 3 bulan terakhir , semua dengan cerita masing masing tentunya .

Pemandangan rumah beridiri kokoh menjadi pemandangan menuju kampus , namun semua itu mengingatkan saya bahwa betapa banyak saudara di luar sana yamng sama sekli tak mempunyai rumah bahkan harus berjuang hidup dengan tinggal di gerobak sampah yang ia tarik guna memenuhi kebutuhan hidup bersama dengan keluarganya . Ironis memang negara ini , negara yang sangat kaya akan sumber daya alam namun tak diimbangi dengan sumber daya manusia yang mampu bersaing menghadapi zaman yang makin modern , seakan penduduk bangsa ini menjadii pembantu di rumah sendiri, pekerja di tanah sendiri , bangsa dengan mudahnya dan leluasa menggaruk semua sumber daya bangsa ini , mungkin semboyan Bung Hatta : Saya lebih rela melihat Indonesia tenggelam daripada harus melihat Indonesia menjadi embel embel negara Asing .

Peran pemuda dalam hal ini sangat sangat dan sangatlah dibutuhkan guna menggerakkan masyarakat nya . Namun yang menjadi pemandangan beberapa tahun terakhir ini betapa banyaknya “Pengangguran terdidik” yang telah menyelesaikan studinya namun tidak begitu kreatif mengahadapi persaingan dalam bidang pekerjaan.

Malam pun kembali menyapa di rumah kontrakan kecil milik kami bersama di Jakarta , inin artinya kami harus berisitrahat guna kembali menghadapi esok hari Insya Allah . 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar