Sudah dua
minggu sejak dimulainya semester 5 di Kampus Biru LIPIA Jakarta . Sebagian
teman baru datang/masuk ruangan kuliah pada hari ini , Faisal salah satunya ,
seorang Pemuda hebat yang saya kenal berasal dari Pinrang .
Pagi itu saya
berjalan ke kampus bersamanya, juga dengan teman lainnya , pembicaraan kali ini
menyangkut tentang apa yang dilaksanakan ketika liburan di kampung 3 bulan
terakhir , semua dengan cerita masing masing tentunya .
Pemandangan
rumah beridiri kokoh menjadi pemandangan menuju kampus , namun semua itu
mengingatkan saya bahwa betapa banyak saudara di luar sana yamng sama sekli tak
mempunyai rumah bahkan harus berjuang hidup dengan tinggal di gerobak sampah
yang ia tarik guna memenuhi kebutuhan hidup bersama dengan keluarganya . Ironis
memang negara ini , negara yang sangat kaya akan sumber daya alam namun tak
diimbangi dengan sumber daya manusia yang mampu bersaing menghadapi zaman yang
makin modern , seakan penduduk bangsa ini menjadii pembantu di rumah sendiri,
pekerja di tanah sendiri , bangsa dengan mudahnya dan leluasa menggaruk semua
sumber daya bangsa ini , mungkin semboyan Bung Hatta : Saya lebih rela melihat
Indonesia tenggelam daripada harus melihat Indonesia menjadi embel embel negara
Asing .
Peran pemuda
dalam hal ini sangat sangat dan sangatlah dibutuhkan guna menggerakkan
masyarakat nya . Namun yang menjadi pemandangan beberapa tahun terakhir ini
betapa banyaknya “Pengangguran terdidik” yang telah menyelesaikan studinya
namun tidak begitu kreatif mengahadapi persaingan dalam bidang pekerjaan.
Malam pun
kembali menyapa di rumah kontrakan kecil milik kami bersama di Jakarta , inin
artinya kami harus berisitrahat guna kembali menghadapi esok hari Insya Allah .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar