Kamis, 17 Juli 2014
Pemuda Hebat Membangun Bangsa
Hari ini, kamis 8 Juni 2014 tepat pukul 09:45 wita, saya kembali menginjakkan kaki di kampung halaman ku Sul-Sel . Setelah sekian sekian lama belajar tentang arti kehidupan di jakarta, mungkin tahun ini merupakan tahun yang sangat spesial buatku, bagaimana tidak ? Karena tahun saya bertemu dengan sahabat , teman-teman serta para pemuda yang rela mengorbankan pikiran, waktu serta hartanya demi kemajuan bangsa ini , Entah itu para sahabat ku di Formalis (Forum Komunikasi Mahasiswa Lipia se sulawesi) yang jumlahnya sangatlah banyak , juga sahabatku di Kaisa (Komunitas Pecinta dan pemerhati anak bangsa) ada ka Cho, ka kholid, ka Rajiv, ka aufa , ada juga rekan kerja ku di tim Fundraising si mental baja Afina , hehehe , juga si Ama yang rela mengedit profile Kaisa tatkala saya minta , juga para personal Sadewa (Sayap Dewantara) yang merupakan kumpulan dari para Alumni Gerakan UI mengajar , ada mba Luna, mba Dita, mba Ara dan juga beberapa teman yg tak sempat saya sebutkan di sini , makasih yaa buat sharing nya waktu itu , jujur saja bahwa saya beberapa kali tak sanggup menahan air mata tatkala membaca tulisan-tulisan para dewantara muda ini . Semoga sayap-sayap dewantara muda terus terbentang di negara kita INDONESIA .
Juga yang tak bisa saya lupakan ketika bertemu dengan para Volunteer Sahabat Pulau , ada Bang Hendri yang jago main tenis meja, bang teguh serta mba Windi yg mungkin blum begitu kenal dengan saya , mereka semua inilah para pemerhati pendidkan bangsa ini , berkat mereka pulalah saya semakin termotivasi untuk ikut berpartisipasi dalam kemajuan bangsaku, Indonesia . Mereka pulalah yg membangunkan ku dari tidur panjang ku yang selalu egois memikirkan kepentingan ku sendiri .
Saya berjanji akan berbuat hal yang lebih baik lagi, lebih dewasa lagi ke depan .
Sekarang saya balik dulu ke kampung halamanku teman/sahabat , semoga di lain waktu kita bisa kembali bersama , bersinergi, bekerja, untuk Indonesia yang lebih baik .
Salamku
Imam.
Jumat, 04 Juli 2014
Iqomah aja, itu sih sholat sunah doang.
Kame 'bahanni massempajang sunna' mu ro (versi inggris)
Sebuah pemandangan berbeda saya saksikan khususnya di beberapa masjid di kampung ku. Umunya masjid di sini sudah dipasangi jam digital guna mengontrol waktu antara adzan dan iqomah, bisa dikatakan bahwa ini sebagai kemajuan pemikiran di kalangan masyarakat. Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) atas segala nikmatnya.
Shubuh itu, jam digital masih menunjukkan 00:35 detik sebelum iqomah yang pada saat itu juga masih ada salah satu jamaah yang masih melakukan sholat sunnah shubuh yang sudah berada pada rakaat ke dua, namun tiba salah seorang jamaah dari belakang mengatakan iqomah ajaaa, itu mah sholat sunnah doang (baca: judul atas) kata nya itu sesikit mengusik perhatianku yang memang berada tepat di depan jamaah yang mngtakan hal tersebut. Mungkin karena agak kesal karena belum ada juga mengiqamah ia pun mengulangi perkataaan nya dengan mengangkat sedikit nada suara nya plus mendatangi saya guna meminta pendapat, saat itu saya hanya mengitakan nya, maka seluruh penghuni masjid pada saat itu juga ikut pada terhentak kaget dengan pernyataan ini, saya pun hanya mengelus dada tak berdaya. Heheheh ..
Ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi dari kejadian diatas.
1. Hendaknya ada sifat saling menhormati dan menghargai dalam kehidupan bermasayarakat.
2. Kalimat "Iqomah aja, itu mah sholat sunnah doang" ini seakan memandang sebelah mata posisi sholat sunnah itu sendiri, dan perlu juga dicatat bahwa sholat sunah di sini adalah sholat sunah sebelum shubuh yang terkait hal ini nabi bersabda yang artinya: 2 Rakaat yang lebih baik dari dunia dab seisinya ialag sholat sunah shubuh. Jadi ini bukanlah sholat sunnah biasa juga, jadi tidak layak semestinya kata seperti ini terucap dari salah seorang muslim.
3. Harus ada saling paham antara jamaah yang satu dengan yang lain guna menghindari hal hal seperti ini.
Semoga saja masyarakat kita di Indonesia lebih baik ke depannya.
Aamiinn ..
Sinjai, 5 Juli 2014.
Kame 'bahanni massempajang sunna' mu ro (versi inggris)
Sebuah pemandangan berbeda saya saksikan khususnya di beberapa masjid di kampung ku. Umunya masjid di sini sudah dipasangi jam digital guna mengontrol waktu antara adzan dan iqomah, bisa dikatakan bahwa ini sebagai kemajuan pemikiran di kalangan masyarakat. Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) atas segala nikmatnya.
Shubuh itu, jam digital masih menunjukkan 00:35 detik sebelum iqomah yang pada saat itu juga masih ada salah satu jamaah yang masih melakukan sholat sunnah shubuh yang sudah berada pada rakaat ke dua, namun tiba salah seorang jamaah dari belakang mengatakan iqomah ajaaa, itu mah sholat sunnah doang (baca: judul atas) kata nya itu sesikit mengusik perhatianku yang memang berada tepat di depan jamaah yang mngtakan hal tersebut. Mungkin karena agak kesal karena belum ada juga mengiqamah ia pun mengulangi perkataaan nya dengan mengangkat sedikit nada suara nya plus mendatangi saya guna meminta pendapat, saat itu saya hanya mengitakan nya, maka seluruh penghuni masjid pada saat itu juga ikut pada terhentak kaget dengan pernyataan ini, saya pun hanya mengelus dada tak berdaya. Heheheh ..
Ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi dari kejadian diatas.
1. Hendaknya ada sifat saling menhormati dan menghargai dalam kehidupan bermasayarakat.
2. Kalimat "Iqomah aja, itu mah sholat sunnah doang" ini seakan memandang sebelah mata posisi sholat sunnah itu sendiri, dan perlu juga dicatat bahwa sholat sunah di sini adalah sholat sunah sebelum shubuh yang terkait hal ini nabi bersabda yang artinya: 2 Rakaat yang lebih baik dari dunia dab seisinya ialag sholat sunah shubuh. Jadi ini bukanlah sholat sunnah biasa juga, jadi tidak layak semestinya kata seperti ini terucap dari salah seorang muslim.
3. Harus ada saling paham antara jamaah yang satu dengan yang lain guna menghindari hal hal seperti ini.
Semoga saja masyarakat kita di Indonesia lebih baik ke depannya.
Aamiinn ..
Sinjai, 5 Juli 2014.
Langganan:
Komentar (Atom)