Impasse Media di Indonesia .
Sekarang ini kita sudah sangat sering
disibukkan dengan banyaknya berita di beberapa media lokal di Indonesia,
khususnya TV . Yang dahulunya TV
merupakan barang mewah yang hanya dimiliki oleh mereka para kelas atas , namun
saat ini media yang satu ini sudah
sangat gampang didapatkan , bahkan
sampai ke pelosok desa pun kita akan mudah mendapatkannya .
Impasse
sebagaimana pengertian denotatif (Kamus webster, misalnya) menggambarkan satu
situasi dimana tidak ada kemajuan sama sekali , bahkan boleh jadi peluang untuk
itupun tidak ada . [1]Disini
saya tidak berpolemik tentang kehadiran media TV di berbagai tempat , namun
yang perlu menjadi catatan ialah apa yang ditayangkan oleh media ini . Cukup
ironis memang tatkala kita memperhatikan tayangan Tv dewasa ini , seakan semua
hanya untuk kepentingan beberapa orang yang terkait di dalamnya saja tanpa
memperhatikan sedikitpun dampaknya kepada masyarakat luas .
Sebagai
contoh seorang siswa sekolah dasar memukuli temannya sampai mati hanya karena
menumpahkan minuman seharga seribu rupiah . Ironis memang namun ini fakta kawan
. Tayangan bagi anak anak generasi pelanjut , semua mengajarkan tentang
sihir, perkelahian, sifat kurang ajar
serta durhaka kepada kedua orang tua , maka bukan lah sebuah hal yang
mengherankan jika anak anak kita tumbuh dengan lingkungan jurang baik sehingga
menghasilkan generasi yang bisa nya tawuran saja, demo serta kurang ajar atau
durhaka kepada orang tuanya , Naudzubillah . Itulah produk mutakhir kita saat
ini , antara lain
Tak dapat dipungkiri bahwa ini
merupakan dampak dari apa yang disaksikan oleh anak/adik kita yang luput dari
control orang tua mereka . sebuah perkataan orang bijak bahwa : Anak merupakan
peniru yang sangat handal . Ketika kita memeprhatikan fenomena ini maka akan
kita dapatkan bahwa setidaknya ada beberapa sebab terjadinya hal yang
menyebabkan kenakalan remaja kita saat ini yaitu :
1. Kurangnya perhatian orang tus terhadap
anaknya .
Anak bagi orang tua merupakan buah
perkawinan yang menyenangkan. Dibalik itu, anak adalah amanat yang dibebankan
atas orang tua. Tidak boleh disia-siakan dan di sepelekan. Pelaksana amanah
harus menjaga dengan baik kondisi titipan agar tidak rusak. Sebab orang tua
kelak akan ditanya tentang tanggung jawabnya.
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
كلكم راع و كلكم مسؤول عن
رعيته .
“Setiap kalian adalah
pemimpin, dan akan ditanya tentang tanggungjawabnya”.(Hadits shahih)
Betapa banyak kita
saksikan sekarang ini orang tua yang sibuk mencari uang siang dan malam tanpa
sekalipun memikirkan kebutuhan sang anak ,bahkan yang terjadi di kota besar,
dimana banyak orang tua yang berangkat kerja sebelum anaknya terbangun dari
tidur dan datang ke rumah ketika anaknya telah tertidur pulas , sungguh
menyedihkan hal seperti ini , seakan
mereka lebih mementingkan pekerjanya dibanding sang anak . Apakah kita
mengira bahwa anak itu hanya membutuhkan uang ? hanya membutuhkan mainan yang
kita hadiahkan bagi mereka ? tidak . Tetapi yang paling dibutuhkan oleh anak
ialah Kasih sayang, pendidikan serta sentuhan hangat dari orang tuanya .
Ada tiga pendidikan yang sangat
berpengaruh bagi anak kita yaitu : Pendidikan di rumah (orangn tua sebagai penanggung jawabnya)
pendidikan di sekolah (guru sebagai aktor utama) serta Lingkungan dimana ia
berada .
2.
Kurangnya pendidikan agama yang
diperoleh anak anak kita sekarang .
Agama adalah dasar yang paling kuat untuk menuntun manusia
berbuat kebaikan, jika pendidikan agamanya keropos , ditambah sedikit
pendiidkan moral nya , maka taqk dapat dibayangkan apa yang akan terjadi . Coba
kita perhatikan berapa jam sajakah anak anak kita memperoleh pelajaran agama ?
jangan cuman santapan jasmani saja tetapi juga santapa rohani , bahkan inilah
yang paling penting .
Setidaknya inilah beberapa sebab yang
menyebabkan terjadinya dekadensi moral generasi muda kita saat ini .
Semoga catatan/tulisan singkat ini dapat bermanfaat .
Wallahu a’lam
.jpg)