Imam Shamsi Ali
→ Menebar Damai Di Bumi Barat.
Amerika, ketika mendengar negara ini yang terbayangkan dalam benak saya bahwa negara ini adalah negara adidaya di dunia ini, negara yang telah sangat maju jika kita memandang dari bidang tekhnologinya, sumber daya mausianya dll, terbukti dengan banyaknya Penemuan penemuan masa kini berasal dari negara yang satu ini.
Sebelumnya tak pernah terbesit dalam benak saya bahwa Islam di negara ini berkembang dengan pesat, atau tak ada ruang yang disiapkan pagi penganut agama islam, mengingat agama ini merupakan minoritas di negara ini, namun semua pandangan itu berubah tatkala saya menemukan sebuah buku dengan judul → Imam Shamsi Ali, Menebar damai di Bumi Barat.
Dalam buku ini penulis menceritakan bagaimana perjuangan Pak Shamsi Ali dalam mendakwahkan Islam di negara yang mayoritas beragama non muslim ini. Sebelumnya Pak Shamsi jga tak pernah membayangkan dia akan tinggal dan berdakwah di negara Liberal ini, namun semua berubah tatkala ia mendapatkan panggilan guna melanjutkan dakwahnya di Negara yang presidennya pernah memcicipi pendidikan di Indonesia ini, karena ia sendiri berasal dari sebuah desa kecil tepatnya di Desa Kajang Kab Bulukumba Sul-Sel.
Singkat cerita Pak Shamsi pun menerima tawaran tersebut seraya tak percaya dan berpikir panjang bagaimana kehiudpannya kelak di Amerika. Seiring berjalannya waktu ia pun menikmati hidupnya di jakarta selaku ketua Muallaf serta Imam Masjid di Islamic center New York. Dia sering mengadakan dialog Interfaith dengan beberapa penganut agama di Amerika sehingga beliau sangatlah dikenal oleh beberapa kalangan agama si New York, juga dengan gaya pembawaaan dakwah yang sangat santun dan bersahabat sehingga sangatlah mendukungnya dalam berdakwah sehingga masyarakat amerika menerima nya dengan sangat mudah.
Satu hal yang perlu dicatat bahwa tak selama semua berjalan dengan lancar, tentu di samping semua itu ada banyak duri serta tantangan dalam dakwah, namun di situlah ia banyak belajar dan terus belajar.
Ini hanyalah sekelumit dari luasnya pengalaman beliau dalam buku ini.
Alhamdulillah buku ini telah saya baca dalam jangka kurang lebih 10 hari, itu dikarenakan sistem penulisan yang sangat mudah tuk dipahami serta menampilkan pengalaman yang sangat luar biasa dari seorang Anak Desa Asal Sulawesi Selatan.
Selaku anak bangsa tentulah saya juga ingin mengikuti jejak pengalaman beliau dalam dakwah, saya juga ingin berkunjung ke negara dimana beliau ini menyampaikan dakwahnya, ya Amerika, salah satu tempat yang ingin saya kunjungi.
Imamuddin Mukhtar
16 September 2014.
11:45 am.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar