Perubahan Jadwal.
Memang di dunia jarang ada yang permmanen, peraruran tertentu bisa berubah bersamaan degan berubahnya zaman, yang tadinya di posisi kanan bisa berubah menjadi posisi kiri, yang tadinya teman eh ternyata besoknya sudah menjadi lawan. Namun mungkin itulah Konsekuensi kehidupan yang terjadi, tinggal bagaimana kita memposiiskan diri mengahadapi perubahan itu.
Jadwal Kuliah misalnya, yang tadinya saya kuliah di Rumah Fiqih Indonesia pada hari Minggu, kini berubah menjadi hari Senin pukul 02: 00-21: 30 pm, padahal jam seperti ini adalah jam istieahat bagi beberapa orang, enaknya soh todur siang, khususnya setelah setengah hari duduk di kelas mwndengarkan penjelasa Sang Dosen.
Namun seperti yang saya katakan sbwlumnya bahwa inilah kehidupan, TPH saya ke jakarta bukan untuk santai kok, saya ke sini memang benar benar ingin berjuang menggapai cita cita yang telah lama saya rangkai, perjuangn ini hanyalah sekelumit dari planning beaar yang telah saya rencanakan dari dulu. Abba (panggilan bapak ku) pernah berlata bahwa: Tradisi tidur siang hanya di kenal di Indonesia dan merupakan suatu warisan dari penjajah zaman dahulu, hal inilah yang membuat banyak orang di Indonesia tak memanfaatkan waktunya di siang hari, karena bersumsi bahwa siang itu digunakan untuk tidur , bahkan dalam alquran dengan jelas dosebutkan bahwa: Lami jadikan malam sebagai pakaian dan kami jadikan siang sebagai wktu tuk mencari penghidupan. "Kata abba ku".
Prinsip inilah yang coba saya terpkan dalam kehidupanlu di sini, namin tak dapat kupungkiri bahwa terladang saya terlena dengan hal yang satu ini (tidur siang).
Sebenanrnya sih pada hari senin-jumat saya mengajar di salah sagu TPA yanh tidak jauh dari konttakanku, namun semua itu terpksa saya korbankan karena beranggapan bahwa belajar di RFI merupakan suatu hal yang sangat urgent buat ku. Singkat kata, kapanpun perkuliahan di RFI maka akan kukorbankan waktuku guna mengikuti kegiatan bermanfaat yang satu ini.
Imamuddin Mukhtar
Jakarta, 15 September 2014
pukul 21:50 di Busway.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar